WELKOM

Sabtu, 22 Desember 2012

Ikan Motan (Thynnichthys thynnoides)

Ikan motan merupakan ikan air tawar yang bernilai ekonomi di daerah Riau. Hanya saja har ga jualnya ke pedagang ikan pengumpul ataupun di pasar ikan tidak semahal harga ikan selais (Cryptopterus sp.)dan baung (Mystus nemurus). Semua ikan motan yang diperdagangkan di pasar ikan di kota maupun di pasar desa pada hari-hari tertentu adalah merupakan hasil tangka pan nelayan dengan menggunakan alat tangkap jaring (gill-net).



Ikan motan (Thynnichthys thynnoides) merupakan ikan air tawar yang hidup di
sungai  besar,  kanal,  danau  tapal  kuda,  dan  rawa  banjiran.  Ikan  ini  bersifat
potamodromus,  yaitu  melakukan  migrasi  dari  sungai  ke  rawa  banjiran  untuk
melakukan  pemijahan  saat  volume  air  di  rawa  banjiran  meningkat.  Ikan  motan
merupakan salah satu jenis ikan konsumsi yang paling banyak diminati dan dicari
nelayan di daerah Kampar Kiri (Simanjuntak et al., 2006). Kottelat et al. (1993)
menyatakan  bahwa  ikan  ini  terdistribusi  di  Sumatera,  Kalimantan,  Malaya,  dan
Indochina.
Nugroho (1992) menduga bahwa populasi ikan motan di sistem aliran Sungai
Batang Hari, Jambi, telah mengalami penurunan. Padahal menurut Kartamihardja
(2007),  ikan  motan  merupakan  salah  satu  ikan  yang  dapat  dipertimbangkan
sebagai ikan tebaran di zona limnetik waduk Ir. H. Djuanda, Jawa Barat karena
ikan  pemakan  plankton  ini  dianggap  dapat  mengurangi  tingkat  kelimpahan
plankton yang tinggi di perairan tersebut.
Penelitian ini perlu dilakukan untuk mendeskripsikan parameter pertumbuhan
ikan  motan  yang  dipengaruhi  oleh  kondisi  lingkungan.  Informasi  mengenai
parameter  pertumbuhan  tersebut  dapat  dijadikan  dasar  pengelolaan  sumberdaya
ikan  motan,  terutama  habitatnya  di  rawa  banjiran  Sungai  Kampar  Kiri.
Pengelolaan  yang  sesuai  ditujukan  agar  sumberdaya  ikan  motan  dapat
dimanfaatkan  secara  optimal  tanpa  mengurangi  atau  bahkan  memusnahkan
sumberdaya ikan motan tersebut di alam. 


Klasifikasi Ikan Motan (Thynnichthys thynnoides)
Ikan motan (T. thynnoides) di Indonesia tersebar di Sumatera dan Kalimantan
(Kottelat et al., 1993). Ikan ini termasuk dalam famili Cyprinidae yang merupakan
famili  terbesar  dalam  kelompok  ikan  dengan  jumlah  lebih  dari  2000  spesies
(Moyle & Cech, 2004). Famili Cyprinidae ditemukan dominan pada hulu Sungai
Kapuas (Harteman, 1998).
Klasifikasi ikan motan (T. thynnoides) menurut Kottelat et al. (1993):
Kingdom  : Animalia
Filum    : Chordata
Subfilum  : Vertebrata
Kelas    : Pisces
Subkelas  : Teleostei
Ordo    : Cypriniformes
Subordo  : Cyprinoidea
Famili   : Cyprinidae
Subfamili  : Cyprininae
Genus    : Thynnichthys
Spesies  : Thynnichthys thynnoides Bleeker, 1852
Nama lokal  : Motan, Lambak, Ringan, Lumoh, Pingan, Menangin.
 
Morfologi Ikan Motan (T. thynnoides)
Ikan motan memiliki jumlah sisik garis rusuk sebanyak 58-60 buah. Di antara
garis rusuk dan sirip punggung terdapat 13 baris sisik (Saanin, 1968). Ikan motan
memiliki rumus sirip dorsal 3/8 dan rumus sirip anal 3/5. Bentuk tubuh ikan ini
memanjang  dan  tidak  terlalu  pipih,  kepala  agak  kecil  dengan  moncong  pendek
dan terletak di ujung, posisi mulut terminal, serta mata berukuran kecil. Ikan yang
segar  memiliki  warna  tubuh  keperakan  dengan  punggung  lebih  gelap.  Ikan  ini
memiliki titik hitam kecil di dekat posterior operculum (Taki, 1974). Kottelat et
al.  (1993)  menyatakan  bahwa  ikan  ini  memiliki  58-60  sisik  pada  gurat  sisi,  13
sisik  antara  sirip  punggung  dan  gurat  sisi,  8-10,5  jari-jari  bercabang  pada  sirip
punggung, jari-jari terakhir halus dan tidak mengeras.

Berdasarkan klasifikasi yang dikemukakan oleh Saanin (1986) dan Kottelat et al. (1993), ikan motan ini tergolong ke dalam famili Cyprinidae dan genus Thynnichthys. Spesies ikan yang ter masuk ke dalam genus Thynnichthys yang terdapat di Indonesia ada 3 spesies yaitu : Thynnich thys polylepis; T. thynnoides dan T. vaillanti. Ketiga spesies ini semuanya dapat dijumpai di per airan tawar di Riau dan semua spesies ikan itu oleh masyarakat di kabupaten Kampar dikenal de ngan nama ikan motan.

Diantara ketiga spesies ikan motan ini yang ukuran tubuhnya paling besar dan paling banyak diperdagangkan di pasar ikan maupun di pasar desa adalah spesies T. polylepis. Bahkan saat ini ikan T. polylepis yang terdapat di waduk PLTA Koto Panjang, Riau merupakan spesies ikan air tawar yang paling dominan jika dibandingkan dengan 50 spesies ikan air tawar lainnya yang ada di waduk. Biasanya jumlah ikan motan yang tertangkap oleh jaring nelayan mencapai 60 - 75 % dari seluruh ikan yang tertangkap, baik itu hasil tangkapan jaring yang dioperasikan pada siang hari maupun pada malam hari.

Ikan motan dari spesies T. polylepis ini memiliki tubuh berbentuk hampir stream line, kepala meruncing, posisi mulut terminal, mulut bersifat protractil, tubuh ditutupi oleh sisik-sisik kecil putih yang umumnya berbentuk cycloid, sirip ekor berbentuk bercagak (forked), permulaan dasar sirip dada dekat ujung bagian belakang (posterior) tutup insang (operculum). Panjang total tubuh bisa mencapai 225 mm, jumlah sisik linea lateralis 65 b- 75.

Jenis ikan motan ini di daerah Riau dapat dijumpai di perairan waduk PLTA Koto Panjang, sungai Kampar Kanan dan sungai Rokan. Sedangkan penyebarannya di Indonesia dapat dijum pai selain di pulau Sumatera juga terdapat di pulau Kalimantan.

Menurut imformasi dari penduduk yang bermukim di sekitar waduk, bahwa setiap musim hujan di bulan Oktober ikan motan ini migrasi (ruaya) pemijahan secara massal dari waduk menuju ke vegetasi air di sekitar waduk. Terutama di sekitar daerah genangan waduk yaitu daerah yang di waktu musim kemarau menjadi daerah tempat pengem balaan sapi/kerbau penduduk, akan tetapi di musim hujan tergenang oleh limpahan air waduk.

Berdasarkan jenis makanan yang dimakan maka ikan motan ini tergolong sebagai ikan "plankton feeder" dengan jenis makanan berupa Cyanophyceae, Chlorophyceae, Chrysso phyceae, Phyruphyceae dan sebagian kecil diantaranya adalah berupa zooplanktron. Jenis fito plankton yang sangat dominan menjadi makanannya adalah dari genus Ankistrodesmus, Syne dra, Closterium dan Oscillatoria.
Nilai fekunditas ikan yang terdapat di waduk dengan ukuran panjang tubuh 142 - 225 mm mencapai 8.501 - 133.324 butir.

Sumber:
Kottelat M., A.J. Whitten, N.S. Kartika dan S. Wiroatmodjo. 1993. Ikan air tawar di perairan
Indonesia bagian barat dan Sulawesi. Periplius Edition (HK) Ltd kerjasama dengan proyek
EMDI kantor kementrian Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup, R.I. Jakarta.
Pulungan, C.P. 2000. Diskripsi ikan-ikan air tawar di waduk PLTA Koto Panjang, Riau. Lemlit
Univ. Riau, Pekanbaru.
Pulungan, C.P. dan Y.I. Siregar. 2002. Gut content Analysis of Cyprinid fish "motan" (Thynnich
thys polylepis) in Koto Panjang Water Electric Plant )PLTA) Reservoir, Riau. Berkala Perikan
an Terubuk 29 (2) : 20 - 22.
Pulungan, C.P. 2004. Biologi reproduksi ikan motan (Thynnichthys polylepis) di waduk PLTA
Koto Panjang, Kab. Kampar, Riau. Berkala Perikanan Terubuk 31 (1) : 36 - 40.
Saanin, H. 1986. Taksaonomi dan kunci identifikasi ikan. Binacipta ,Jakarta.

thx to:
http://ana-teamo.blogspot.com/2011/08/ikan-motan-thynnichthys-polylepis-dari.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar