WELKOM

Kamis, 29 November 2012

hack nokia X5-01

Langsung aja deh.. Cara hack NokiaX5-01... WARNING!!! harus teliti dgn setiap langkah..

LANGKAH PERTAMA
download file nya  di sana http://ibenkmsv.mywapblog.com/hack-nokia-x5-01.xhtml
di dlm blog bos ibenk, cari di bagian bawah postingannya bertuliskan
New Hacking Nokia x5-01 tanpa cer n key 100% work 

dan klik     LIHAT DISINI

-kalo sudah download mulai deh acara pusing nya :D

- buka file hacknew.zp

- instal xplor v1.52 signed yg ada di paket zip

-buka x-plore yg sdh d instal d pemasangan
-cari file hacknew.zip tadi
- Ekstrak folder tmquarantine ke c:\ dengan menekan huruf  x



-kalo sudah install mobile security yg ada dlm file hack new tadi
- Buka aplikasi mobile security di pemasangan pilih option dan geser ke bawah dan pilih quarantine list maka akan ada 3 file disana.


-truz klik option pilih mark/unmark dan pilih mark all
 kemudian klik option pilih restore tekan iya
-pastikan 3 file tadi sudah hilang


-Hapus aja apps mobile security nya karana sudah tidak berguna

Llangkah berikutnya
- Install Rompatcher lite v3.1 di dlm file hacknew
- kalo sudah buka Rompatchernya dan apply open4ll
(pastikan patch open4all,y berubah tanda,y dari bulet biru, jadi bulet ceklis hijau)

Ekstrak installserver.exe ke c:\sys\bin\
noete: instalserver.exe harus sesuai OS hape anda

- untuk x5-01 gunakan os 9.3-9.4

kalo sudah semua, coba anda instal aplikasi unsigned...
Selamat hape anda dah full hack...

sekian dari saya, semoga bermanfaat.. amiiinnnn

Kalo kurang jelas bisa tanyakan ke saya via
Blog:http://ridzal27.blogspot.com/?zx=e16730282c2ea7e2
facebook:https://www.facebook.com/ridzalm?ref=tn_tnmn
henpon: 082388595388

Rabu, 28 November 2012

hasil identifikasi ikan betok/puyu (Anabas testudineus Bloch)

HASIL IDENTIFIKASI IKAN PUYU
(Anabas testudineus Bloch)


OLEH
khairul rizal
NPM : 114310115





 










FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
2012

HASIL IDENTIFIKASI IKAN PUYU
(Anabas testudineus Bloch)



OLEH

NAMA       : khairul rizal
     NPM          : 114310115
     JURUSAN : budidaya perairan



PEMBIMBING



                   Dosen                                               Asisten Dosen


(Ir. H. Rosyadi, M.si)                                            (Masri)



KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, atas berkat, rahmat dan karunia-nya jualah sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan praktikum ini dengan judul HASIL IDENTIFIKASI IKAN PUYU (Anabas testudineus Bloch) .
Salawat serrta salam penulis hatur kan kepada junjungan alam Nabi Muhhammad SAW, dengan mengucapkan allahumaSalialasayidina muhhammad, waalaali sayidina muhhammad.
Penulis menyadari akan segala keterbatasan pengetahuan yang di miliki, sehingga proposal ini masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan masukan dari pembaca untuk kesempurnaan penelitian ini nantinya.
Semoga proposal ini bermanfaat bagi kita semua.


                                                                                    Pekanbaru, oktober 2012
                       

                                                                                                penulis



DAFTAR ISI

ISI                                                                                                               Halaman
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI........................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1.   Latar Belakang............................................................................................. 1
1.2.   Tujuan dan manfaat....................................................................................... 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1.   Klasifikasi..................................................................................................... 2
2.2.   Morfologi .................................................................................................... 3
2.3.   Makanan ..................................................................................................... 4

BAB III BAHAN DAN METODE
3.1.   Waktu dan tempat ....................................................................................... 6
3.2.   Bahan dan Alat 6
3.3.   metode Praktikum........................................................................................ 6
3.4.   Prosedur praktikum...................................................................................... 7

BAB IV HASIL
4.1.   Hasil identifikasi............................................................................................ 8

BAB V PENUTUP
5.1.   Kesimpulan................................................................................................ 10
5.2.   Saran......................................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
 


BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Salah satu Spesies dari Famili Anabantidae yaitu ikan betok (Anabas testudineus Bloch) merupakan ikan air tawar yang dikonsumsi. Ikan ini memiliki toleransi yang tinggi terhadap kondisi lingkungan yang tergolong ekstrim dan dapat bertahan pada kondisi air yang bersifat asam maupun basa. Ikan ini juga dapat ditemukan pada perairan payau (www.aquaworld.com). Sungai-sungai dan rawa-rawa di Kalimantan diketahui memiliki tingkat keasaman yang tinggi, dicirikan oleh pH yang rendah.
Ikan Betok (Anabas testudineus ) merupakan salah satu jenis ikan yang sangat disukai oleh masyarakat karena rasanya yang enak. Jenis ikan ini memiliki nilai ekonomis penting karena harganya yang cukup mahal. Namun sayangnya ikan betok masih belum banyak dibudidayakan oleh masyarakatkarena besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk usaha budidaya khususnya biaya pakan yang dapat mencapai 60-70% dari komponen biaya produksi (Djuhanda 1981).

1.2.Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari pratikum iktiologi ini agar mahasiswa dapat mengidentifikasi tubuh ikan, mulai dari bentuk kepala,ekor,badan,mulut,sirip, ingsang, serta isi perut dalam tubuh ikan dan lain sebagainya. Manfaatnya kita dapat mengtahui spesias ikan berdasarkan lateralis hasil dari pratikum yang telah dilakukan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Klasifikasi
Ikan betok termasuk kedalam famili Anabantidae yang merupakan ikan asli perairan kalimantan dan sumatera. Untuk mengenal bentuk tampilan dua dimensi dari ikan betok Berikut adalah klasifikasi dari ikan betok menurut Bloch, 1792 dalam www.fishbase.com dan Kottelat et al (1993),
Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Subfilum          : Vertebrata
Sub kelas        : Actinopterygii
Infra kelas       : Teleostei
Divisi               : Euteleostei
Super ordo      : Acanthopterygii
Series               : Atherinoporho
Order              : Perciformes
Family             : Antidae
Specie  s           : Anabas Testudineus
Nama umum   : Climbing perch, Climbing gouramies
Nama lokal      : Betok (Jawa dan Sumatera), papuyu (Kalimantan).
Genera            : Anabas

2.2. Morfologi
Sedangkan ciri-ciri dari ikan betok secara morfologi yaitu rangka terdiri dari tulang sejati, dapat mengambil O2 dari luar air (mempunyai alat labyrin), memiliki sirip punggung dan sirip dubur dengan jari-jari keras, sirip perut memiliki jari-jari lemah dan satu jari-jari keras (Saanin, 1968).
Bentuk ikan ini lonjong dengan kepala besar dan memipih ke belakang. Tubuh ditutupi sisik berwarna hijau pada punggung dan putih mengkilat pada bagian perut. Tempat hidup adalah sungai, danau, rawa, genangan air dapat juga memakan udang renik, ikan kecil dan hewan kecil air lainnya (Varikul and Sritongsock, 1980. dalam Rasdiansyah. 1986). Ditambahkan oleh Djuhanda (1981) dalam Irawati (1993) bahwa ikan betok mempunyai sirip punggung yang panjang, mulai dari kuduk sampai di depan pangkal sirip ekor, bagian depan disokong oleh 16 – 19 jari-jari keras yang runcing-runcing seperti duri: bagian belakang lebih pendek daripada bagian depan; disokong oleh 7 – 10 jari-jari lunak. Sirip dubur lebih pendek daripada sirip punggung, sebelah depannya disokong oleh 9 – 11 jari-jari keras yang tajam-tajam dan bagian belakangnya disokong oleh 8 – 11 jari-jari lunak. sirip dada tidak mempunyai jari-jari keras, disokong oleh 14 – 16 jari-jari lunak; letaknya lebih ke bawah pada badan di belakang tutup insang. Sirip perut letaknya letaknya didepan, di bawah sirip dada, disokong oleh satu jari-jari keras yang berujung runcing dan 5 jari-jari lunak. Jari-jari keras dari sirip perut dapat digerakkan dan dapat dipergunakan untuk bergerak pada permukaan lumpur yang kering. Pangkal-pangkal dari sirip dada, sirip ekor, sirip punggung dan sirip dubur yang berjari-jari lunak, semuanya mengandung otot dan ditutupi dengan sisik yang kecil-kecil.
Menurut Sterba and Gunther (1973), dalam Rasdiansyah (1986), ikan betok tahan terhadap kekeringan, kekurangan oksigen di dalam air, toleran terhadap fluktasi temperatur yang tinggi, bahkan dapat hidup pada temperatur 15OC. Dengan menggunakan tutup insang dan ekornya ikan betok dapat berjalan beberapa ratus meter di permukaan tanah.
Kelebihan/keistimewaan yang dimiliki ikan ini yaitu mempunyai alat pernafasan tambahan yang khusus. Alat ini merupakan lembaran-lembaran berbentuk bunga berasal dari perkembangan epibranchialbagian depan. Alat ini sering disebut Labyrinth (Jeuken, 1959 dalam Rasdiansyah, 1986).
Dengan meniru habitatnya di alam, ikan ini dapat dipelihara dikolam yang terbuat dari beton, dipelihara selama empat sampai enam bulan ikan ini dapat dipanen. Di beberapa negara berkembang ikan betok dicoba dipijahkan dengan metode induced breeding, hasilnya  ikan ini memberikan respon yang positif, bahkan dapat berovulasi dalam waktu yang singkat setelah disuntik dengan ekstrak kelenjar hypopisa (Varikul and Sritongsock, 1980 dalam Rasdiansyah, 1986).

            morfologi (morfometrik dan meristik) telah lama digunakan dalam biologi perikanan untuk mengukur jarak dan hubungan kekerabatan dalam pengkategorian variasi dalam taksonomi. Hal ini juga banyak membantu dalam menyediakan informasi untuk pendugaan stok ikan. Meskipun demikian pembatas utama dari karakter morfologi dalam tingkat intra species (ras) adalah variasi fenotip yang tidak selalu tepat dibawah kontrol genetik tapi dipengaruhi oleh perubahan lingkungan. Pembentukan fenotip dari ikan memungkinkan ikan dalam merespon secara adaptif perubahan dari lingkungan melalui modifikasi fisiologi dan kebiasaan. Lingkungan mempengaruhi variasi fenotip, walau bagaimanapun karakter morfologi telah dapat memberikan manfaat dalam identifikasi stok khususnya dalam suatu populasi yang besar (Turan, 1998).

2.3. Makanan
            Ikan betok bersifat omnivora, memangsa aneka serangga dan hewan-hewan air yang berukuran kecil disamping itu ikan ini memakan tumbuhan air seperti jenis javafern atau vallisneria serta beberapa tumbuhan air mengapung, ikan ini biasanya akan selalu memakan tumbuhan air yang lunak. Pencarian makanan dilakukan setiap saat dalam satu hari, dominan menggunakan visualisasi indra penglihatan. Pada habitat alami ikan ini ditemukan di rawa-rawa, danau, kanal (sungai kecil), lubang kecil berair, dan kubangan. Pada percobaan laboratorium yang menjadi pemicu ikan ini melakukan migrasi adalah faktor kepadatan populasi dan kekurangan makanan (Jayaram, 1981; Talwar and Jhingran, 1991 dalam www.nis.gsmfc.org).
Selain bersifat omnivora, berdasarkan literatur dari situs dinas kelautan dan perikanan RI diketahui bahwa dilihat dari kebiasaan pakannya betok merupakan jenis ikan herbivora dengan pakan utamanya adalah tanaman air dan plankton.













BAB III
BAHAN DAN METODE
3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan setiap hari kamis pukul 10.00 WIB, Bertempat di Laboratorium  Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, Pekanbaru.

3.2. Bahan dan Alat
Adapun bahan yang digunakan  pada  praktikum   untuk   tugas   kelompok  adalah ikan  puyu (Anabas testudineus ) dan  Formalin sebagai  bahan pengawet pada ikan.
             Alat    yang   digunakan   pada   praktikum   adalah  nampan  yakni semacam tempat untuk meletakkan ikan yang akan diamati secara langsung dan peralatan tulis seperti  penggaris untuk mengukur ikan, pensil , pena, buku gambar,  dan penghapus serta alat bedah ikan untuk mengidentifikasi isi perut pada ikan.
3.3. Metode Praktikum
Metode yang digunakan pada praktikum untuk tugas kelompok ikan puyu (Anabas testudineus )  adalah metode pengamatan dan melihat langsung sistem metabolisme yang terdapat di dalam perut ikan. Ikan-ikan yang dibawa diletakkan pada nampan, kemudian digambar pada buku gambar dengan menggunakan pensil, penggaris, pena dan penghapus, serta serbet untuk membersihkan tangan nampan, dan meja setelah praktikum selesai.
3.4. Prosedur Praktikum
         Ikan untuk pratikum diletakkan  pada tempat yang berupa nampan yang telah disediakan. Ikan yang telah ditaruh diwadah lalu digambar pada buku gambar sesuai objek yang diamati  dengan  arah  mulut. Gambar ikan tersebut lalu dibuat ciri-cirinya berdasarkan penggolongan, siripnya dan linear lateralis yang ada pada buku penuntun praktikum iktiologi. Buat nama ilmiah pada masing-masing ikan dan habitatnya.  Lalu dibuat klasifikasinya.












BAB IV
HASIL
4.1. Hasil identifikasi Ikan Betok (Anabas sp)
1.      Rangka terdiri dari tulang benar; bertutp insang
Subclassis TELEOSTEI
3.      Kepala simetris
4.      Badan tidak seperti ular
6.      Badan bersisik atau tidak, kadang-kadang seluruhnya atau sebagian tertutp oleh kelopak-kelopak tebal
7.      Garis rusuk jika ada, diatas sirip dada
9.      Tidak demikian
10.  Lebih dari 2 jari-jari sirip punggung keras
12.  Hanya satu sirip punggung atau dua sirip punggung yang bersambungan atau berdekatan
16.  Hanya satu sirip punggung, sirip perut tidak bersatu
17.  Satu sirip punggung; dapat mengambil udara diluar air (mempunyai alat labirin)
Ordo LABYRINTHICI
89.  Sirip punggung dan sirip dubur dengan satu atau lebih dari satu jari-jari keras; sirirp perut dengan 5 atau kurang dari 5 jari-jari lemah dan 1 jari-jari keras, atau hanya satu jari-jari; Rongga di atas rongga insang beralat berbentuk labirin
Subordo ANABANTOIDEI
91.  Gepeng, agak panjang, hidung pendek, mulut kecil, lubang insang sempit karena bagian gabungan daun insang lebar; jari-jari keras dari sirip punggung dari sirip dubur berbeda-beda jumlahnya; sirip dubur panjang.
Familia ANABANTIDAE
1193. Permulaan sirip punggung diatas dasar sirip dada, sirip punggung lebih panjang daripada sirip dubur.
1194.Bergigi merujung pada tulang mata bajak, langit-langit dan rahang.
Genus ANABAS
1205.D. XVI-XIX. 7-10; A. IX-XI. 8-11; P. 14-16; V.I.5. Sisik garis rusuk 26-31.
Anabas testudineus (Bl).
Nama Indonesia: Betok, Betik, Bato, Harfan, Puyu, Puyo-puyo, papuyu, Geteh-geteh, Oseng, Kusa, Kusang, Hoseng, Useng.















BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
            Dari hasil pratikum dapat disimpulkan bahwa ikan puyu (Anabas testudineus) memiliki persamaan dan perbedaan dengan ikan-ikan yang lainnya. Ikan puyu memili alat pernfasan tambahan atau labirin. Dapat disimpulkan juga bahwa linear lateralis pada tubuh ikan berbeda antara ikan yang satu dengan ikan yang lainnya.
5.2. Saran
            Diharapkan agar pembimbing dapat membimbing dengan cara memberikan prosedur-prosedur yang tepat dalam pratikum agar mahasiswa lebih smemahami pratikum yang berlangsung, dan di mohon agar pembimbing pratikum tidak hanya satu agar dapat memudahkan jalannya pratikum ketika hendak bertanya.
.





DAFTAR PUSTAKA
Djuhananda, 1981. Ikan betok masih belum banyak dibudidayakan oleh masyarakat karena besarnya biaya yang dikeluarkan untuk usaha budidaya khususnya biaya pakan.
Turan, 1998. Lingkungan mempengaruhi variasi fenotip, walau bagaimanapun karakter morfologi telah dapat memberikan manfaat dalam identifikasi stok khususnya dalam suatu populasi yang besar.
Kottelat el  al, 1993. klasifikasi dari ikan betok.
Jayaram, Talwar and Jhingran , 1991. Lingkungan mempengaruhi variasi fenotip, walau bagaimanapun karakter morfologi telah dapat memberikan manfaat dalam identifikasi stok khususnya dalam suatu populasi yang besar.
Sterba and Gunther, (1973), dalam Rasdiansyah (1986), ikan betok tahan terhadap kekeringan, kekurangan oksigen di dalam air, toleran terhadap fluktasi temperatur yang tinggi, bahkan dapat hidup pada temperatur 15OC.









LAMPIRAN

betok.jpg
Gambar ikan puyu