WELKOM

Senin, 25 November 2013

Komoditas IKan Gurami (Oshpronemus gouramy, Lacepede)



KOMODITAS IKAN GURAMI

DISUSUN OLEH

KHAIRUL RIZAL
114310115
&
HAFRIZAL EFENDI
114310










FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
2013







BAB I
PENDAHULUAN
1.       Latar Belakang
Ikan gurami (Oshpronemus gouramy, Lacepede) merupakan ikan asli Indonesia dan berasal dari perairan daerah Jawa Barat. Ikan ini merupakan salah satu komoditi perikanan air tawar yang cukup penting apabila dilihat dari permintaannya yang cukup besar dan harganya yang relatif tinggi dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya seperti ikan mas, nila, tambakan dan tawes, dan merupakan salah satu sumber protein yang cukup tinggi. Bagi masyarakat umum, ikan ini dipandang sebagai salah satu ikan bergengsi dan biasanya disajikan pada acara-acara yang dianggap penting. Oleh sebab itu, tidak mengherankan apabila ikan gurami menjadi salah satu komoditi unggulan di sektor perikanan air tawar.
Umumnya budidaya ikan gurami masih dilaksanakan oleh masyarakat dengan teknologi semi intensif. Masa pemeliharaanya relatif lama sehingga dilakukan dalam beberapa tahap pemeliharaan yaitu tahap pembenihan, tahap pendederan dan tahap pembesaran, dimana pada masing-masing tahapan menghasilkan produk yang dapat di pasarkan secara tersendiri.
Pasar ikan gurami mengandalkan pada permintaan domestik. Namun demikian prospek bisnisnya cukup menjanjikan mengingat permintaan dari masyarakat yang cukup besar. Ikan gurami lebih digemari dijual dalam keadaan hidup atau segar, dan biasanya harganya juga lebih tinggi dalam keadaan hidup. Sementara itu, belum diperoleh informasi mengenai diversifikasi produk olahan dari ikan ini kecuali dalam bentuk fillet.
Peranan Balai Benih Ikan dalam rangka pengembangan ikan gurami dilaksanakan antara lain berupa penyediaan induk dan benih unggul dan pengenalan teknologi budidaya secara intensif kepada pembudidaya ikan. Namun demikian, langkah pengembangan selanjutnya yang masih perlu digarap adalah aspek pemasaran baik di pasar domestik maupun ekspor.
Wilayah survey untuk usaha pendederan ikan gurami adalah salah satu daerah sentra ikan gurami di Jawa Tengah yaitu Kabupaten Banyumas. Sedangkan wilayah survey untuk pembesaran ikan adalah Kabupaten Bogor. Oleh sebab itu informasi teknis pendederan dan pembesaran ikan gurami terutama menggunakan informasi yang diperoleh dari kondisi pengusaha dan lembaga lain di kedua wilayah tersebut.
Asumsi perhitungan keuangan budidaya pendederan ikan gurami dalam penelitian ini adalah menggunakan benih ikan yang berasal dari kegiatan pembenihan oleh pembudidaya lain dengan berat awal 1 gram dan dibesarkan hingga mencapai berat 20-25 gram (pola 1). Sedangkan asumsi perhitungan keuangan pada budidaya pembesaran menggunakan benih kan yang berasal dari pendederan oleh pembudidaya lain dengan berat awal 200-250 gram yang dibesarkan hingga mencapai ukuran konsumsi (pola 2).
Budidaya ikan gurame (Oshpronemus gouramy) tidak semudah budidaya ikan mas dan nila. Meski dapat memijah secara alami, ikan ini perlu penanganan khusus, terutama pada saat pemijahan, penetasan dan pemeliharaan larva. Namun demikian, budidaya ikan gurame telah berhasil dikembangkan, karena peluang usahanya tetap menjanjikan.





BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.   Klasifikasi
Kerajaan  :
Animalia
Filum       :
Chordata
Kelas       :
Actinopterygii
Ordo        :
Perciformes
Famili      :
Osphronemidae
Genus      :
Osphronemus
Spesies     :
O. goramy
Nama binomial Osphronemus goramy
Lacépède, 1801
2.2.  Morfologi Ikan Gurami
Gurami (Oshpronemus gouramy) memiliki bentuk badan pipih lebar, dibagian punggung berwarna kecoklatan dan bagian perut berwarna kekuning-kuningan/ keperak-perakan. Ikan gurame untuk sekarang ini sangat populer, dan banyak masyarakat sekarang yang membudidayakan. Ikan Gurami merupakan keluarga Anabantidae, keturunan Helostoma dan bangsa Labyrinthici. Ikan gurami berasal dari perairan daerah Sunda (Jawa Barat,Indonesia), dan menyebar ke Malaysia, Thailands, Ceylon dan Australia.
Panjang tubuh (SL, standard length) 2,0-2,1 kali tinggi tubuh; panjang tubuh total (dengan sirip ekor) bisa mencapai 1.000 mm. Sirip perut dengan jari-jari pertama yang pendek berupa duri dan jari-jari kedua yang lentur panjang serupa cambuk. Rumus sirip punggung (dorsal) XI-XIV (jari-jari keras atau duri) dan 12-14 (jari-jari lunak); sementara sirip dubur (anal) X-XI dan 20-23.
Ikan yang muda memiliki moncong yang meruncing, dengan 8-10 pita melintang (belang) di tubuhnya. Jika beranjak dewasa warna-warna ini memudar, dan kepala ikan akan membengkak secara tidak teratur.
2.3.  Habitat  Hidup
Ikan gurami biasa hidup di sungai-sungai, rawa dan kolam, termasuk pula di air payau; namun paling menyukai kolam-kolam dangkal dengan banyak tumbuhan. Sesekali ikan ini muncul ke permukaan untuk bernafas langsung dari udara.
Ikan gurami bisa tumbuh besar sampai beratnya 5-7Kg, untuk pengembangbiakan bisanya Induk - induknya untuk beberapa waktu lamanya, menjaga dan memelihara anak-anaknya. Telurnya dilekatkan di tetumbuhan air atau ditaruhnya di sarang yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan. Ikan Gurami biasanya pemakan tumbuhan yang ada di air, namun mau juga memangsa serangga, ikan lain, dan juga barang-barang yang membusuk di air. Dari sifatnya yang rakus tumbuhan itu, gurami juga dimanfaatkan sebagai pengendali gulma di kolam-kolam.
2.4.  Pemilihan induk
Memilih induk ikan gurame sebaiknya yg telah mencapai umur 3 tahun.untuk membedakan induk jantan dan betina bisa dilihat dari ciri-ciri sebagaiberikut:
·     Induk betina : Ikan betina mempunyai dasar sirip dada yang gelap atau berwarna  kehitaman, warna dagu ikan betina keputih-putihan atau sedikit coklat, jikadiletakkan di lantai maka ikan betina tidak menunjukan reaksi apa-apa.Sebaiknya sudah berumur 3~7 tahun.
·     Induk jantan : Ikan jantan mempunyai dasar sirip berwarna terang atau keputih-putihan,mempunyai dagu yang berwarna kuning, lebih tebal daripada betina dan menjulur. Induk jantan apabila diletakkan pada lantai atau tanah akanmenunjukan reaksinya dengan cara mengangkat pangkal sirip ekornya keatas.
Selain mengetahui perbedaan induk jantan dan betina, perlu juga diketahui demi keberhasilan pembenihan Gurameh ini.Induk telah berumur 3~7 tahun. Berbeda dengan induk ikan tambakan, induk ikan Gurami ini semakin bertambah umurnya akan mengeluarkan telur semakin banyak, perut akan membulat dan relatif penjang dengan warna badan terang. Sisik-sisiknya usahakan tidak cacat/hilang dan masih dalam keadaan tersusunrapi.Induk betina yang cukup umur dan matang kelamin ditandai dengan perutnyaakan membesar ke belakang atau di dekat lubang dubur. Pada lubang anus akan nampak putih kemerah-merahan. Dan apabila kita coba untuk meraba perutnya akan teras lembek.
Pemijahan ikan gurame dilakukan di kolam tanah. Kolam tersebut harus jauh dari keramaian. Caranya : siapkan kolam ukuran 50 m2; perbaiki seluruh bagiannya; keringkan selama 3 - 5 hari; isi air setinggi 60 cm dan alirkan secara kontinyu; pasang 4 buah sosog (sarang terbuat dari bambu atau tempat sampah plastik) di empat sudut kolam; masukan 30 ekor induk betina; pasang empat buah rak bambu 5 cm di atas permukaan air; letakan ijuk atau sabut kelapa sebagai bahan sarang; masukan pula 10 ekor induk jantan; ambil sarang sudah berisi telur (biasanya sarang sudah tertutup dengan ijuk atau sabuk kelapa dan air sekitar sarang berminyak); tetaskan di tempat penetasan.
Induk-induk yang telah lolos seleksi dimasukkan dalam kolam dengan hati-hati dan penuh kasih sayang.Perbandingan jumlah antara induk jantan dan betina biasa 1 : 1 - 14. Denganharapan induk jantan paling sedikit bisa mengawini dua ekor induk betina dalam satu tarikan.Setelah dilepaskan dalam kolam pemijahan biasanya induk jantan tidakotomatis langsung membuat sarang, tetapi terlebih dahulu berjalan-jalan,berenang kesana-sini mengenal wilayahnya. Setelah 15 hari sejak dilepaskan, induk jantan biasanya sudah langsung disibukkan oleh kegiatannya membuatsarang.
Garis tengah sarang biasanya kurang lebih 30 cm, yang biasanya dikerjakan oleh induk jantan ini selama seminggu (7 hari). Setelah sarang selesai dibuat,induk jantan cepat-cepat mencari dan merayu induk betina untuk bersama-sama memijah disarang. Induk betina ini akan menyemprotkan telur-telurnya kedalam sarang melalui lubang sarang yang kecil, kemudian jantan akan menyemprotkan spermanya, yang akhirnya terjadilah pembuahan didalam ijuk ini. Tidak seperti halnya ikan mas yang pemijahannya hanya beberapa jam saja, pemijahan ikan Gurameh ini biasanya berlangsung cukup lama. Induk jantan bertugas menjaga sarang selama pemijahan berlangsung.Setelah pemijahan selesai, biasanya giliran induk betina yang bertugas menjaga keturunannya, dengan terlebih dulu menutup lubang sarang denganijuk atau rumputan kering.
Dengan nalurinya sebagai orang tua yang baik, biasanya induk betina ini menjaga anaknya dengan tak lupa mengipaskan siripnya terutama sirip ekor kearah sarang. Gerakan sirip induk betina ini akan meningkatkan kandungan oksigen terlarut dalam air. Air dengan kandungan oksigen yang cukup akanmembantu menetaskan telur-telur dalam sarang. Sebab seperti diketahui,telurpun butuh oksigen dalam prosesnya menjadi benih ikan. Sementara dengan kasih sayang induk betina menjaga keturunanya, induk jantan akan kembali menyusun sarang dan memikat induk betina yang lainnya untuk melanjutkan keturunannya. Dari atas kolam kita bisa mengetahui induk-induk yang telah memijah tanpaturun ke kolam dengan melihat adanya bau amis, dan terlihat adanya lapisan minyak tepat di atas sarang pemijahan.
2.6. Pakan Ikan Gurami
Pakan merupakan kebutuhan hidup yang menunjang pertumbuhan dan perkembangan ikan gurrami. Bila pakan yang diberikan sesuai dengan kebiasaan makan gurami dan mengandung gizi yang tinggi maka pertumbuhan ikan gurami dapat terpacu lebih cepat.
2.6.1.      Kebiasaan Makan Gurami
Sebagai ikan pemakan tumbuhan, gurani sangat menyukai hijauan berupa daun-daunan, terutama daun yang masih muda. Daun yang paling disukai gurami adalah talas (keladi). Kebiasaan menyabik mangsa dan menyobek daun-daunan sebelum memakannya dapat dilihat dari keberadaan gigi pada bagian rahang gurami.
Gurami aktif mencari makan pada siang hari dan bagi ikan besar juga aktif menangkap serangga yang keluar pada malam hari.  Metabolisme ikan dipengaruhi oleh  naik turunnya suhu. Semakin tinggi suhu, kebutuhan pakan juga semakin bertambah karena naiknya kinerja metabolisme. Naiknya metabolisme mendorong penggunaan energi sehingga nafsu makan ikut meningkat. Namin, pada suhu dingin, ikan cenderung tidak melakukan aktivitas sehingga nafsu makan menjadi turun. Pemberian pakan saat udara dingin tidak memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ikan.
Mengetahui kebiasaan makan ikan dengan cara memberi pakan secukupnya terlebih dahulu, kemudian melihat respon ikan terhadap pakan. Bila pakan yang diberikan habis, maka tambahkan pakan terdapat pakan ikan yang tersisa. Bila terdapat sisa pakan maka pemberian pakan dihentikan. Setelah itu, kondisi lingkungan pemeliharaan, yaitu kulitas dan kuantitas  air yang masuk diperiksa. Bila tingkah laku ikan terlihat normal maka sisa pakan segera diangakat.
Jumlah pakan yang diberikan merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan. Bila terlalu sedikit, pertumbuhan ikan akan semakin lambat dan menjadikan ukuran ikan tidak seragam. Sebaliknya pemberian pakan yang berlebihan akan menyebabkan pemborosan dan pencemaran media pemeliharaan oleh sisa pakan yang tidak termakan oleh ikan. Akibat pencemaran ini kelangsungan hidup ikan menjadi terganggu dan pertumbuhan ikan terhambat.
Untuk memudahkan pengelolaan pemberian pakan, sebaiknya pemberian pakan, sebaiknya takaran yang digunakan sudah  baku, yaitu pelet yang diberikan sebanyak 2% biomass perharidan hiajuan yang berupa daun talas sebanyak 5% biomass perhari.
2.6.2.      Jenis pakan Gurami
Pakan alami  merupakan pakan hidup yang teridri dai phytoplankton, zooplankton, dan benthos yang menyuplai kebutuhan protein, lemak, karbohidrat dan mineral bagi ikan. Jenis pakan alami yang cocok untuk masing-masing kegiatan budidaya adalah sebagai berikut:
·         Keegiatan pembenihan
Pakan alami yang bagi kegiatan ini harus memiliki kandungan dan komposisi gizi yang seimbang, mudah dicerna, dan mudah dibudidayakan. Pertimbangan dalam memilih pakan tersebut karena pakan alami merupakan pakan awal bagi ikan yang memiliki sistem pencernaan yang belum sempurna. Selain itu, pakan alami diberikan dalam keadaan hidup sehingga tidak cepat mengotori media bididaya.
·         Kegiatan usaha pendederan dan pembesaran
Umumnya ikan didederkan dan dan dibesarkan memiliki bukaan mulut yang besar sehingga dapat diberikann pakan buatan. Pakan buatan dapat diberikan dalam jumlah yang tepat dengan memperhatikan kualitas akan dan waktu pemberian. Pemberian pakan buatan ini bertujuan untuk memacu pertumbuhan dengan kepadatan tebar yang tinggi dan waktu pemeliharaan yang lebih singkat.
2.6.3.      Pengelolaan pakan
Fungsi utama pakan adalah untuk kelangsungan hidup dan sisanya untuk pertumbuhan. Oleh karena itu, bila ingin pertumbuhan gurami terpacu maka pakan yang diberikan harus melebihi kebutuhan hidupnya. Selain pakan yang disediakan oleh alam, pakan tambahan sangat menunjang pertumbuhan ikan. Pakan tambahan hendaknya mengandung gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan, yaitu protein, lemak, karbohidrat, serta vitamin dan mineral. Gizi tersebut mutlak diberikan pada kegiatan budidaya. Pakan tambahan yang diberikan hendaknya mengikuti kecendrungan atau kebiasaan makan ikan. Gurami yang telah dewasa cenderung menyukai pakan hijauan berupa dedaunan. Oleh karena itu pakan yang diberikan hendaknya diformulasikan sesuai dengan kebutuhan nya.
Bahan baku yang digunakan untuk pakan tambahan sebaiknya memenuhi beberapa persyaratan yaitu:
a.       Kandungan gizinya mudah dicerna,
b.      Mudah diperoleh daan mudah pengolahannya,
c.       Tidak beracun dan harganya relatif murah, serta
d.      Bukan sebagai makanan pokok manusia.
Dengan demikian, secara kualitatif maupun kuantitatif, pemanfaatan bahan baku lokal yang murah, mudah dan berkualitas merupakan pertimbangan yang perlu dilakukan mengingat harga pakan saat ini yang sangat mahal.
2.7. Hama dan Penyakit
Ø  Penyakit
Beberapa penyakit yang biasa menyerang ikan, baik dalam kolam maupun wadah lain adalah sebagai berikut:
·         Kutu ikan
Pada kasus ini, penyebab sakitnya ikan tidak termasuk dalam jenis penyakit karena jenis bakteri atau virus. Namun, karena serangannya dapat menyebabkan luka yang akhirnya menimbulkan kematian maka lebih cenderung disebut penyakit. Kutu ikan yang biasa menyerang adalah Argulus sp. Gejala klinis yang dialami ikan yang terserang adalah pucat, gerakan lambat, kondisi tubuh lemah dan pada tubuh ikan ditemukan kutu yang menempel. Pengonbatan yang efektif  dilakukan dengan cara perendaman dalam larutan formalin berdosis 40 mg/l selama 24 jam.
·         Luka darah
Penyakit ini juga tidak dapat disebut penyakit karena yang menyerang termasuk kedalam kategori hewan dan bukan protozoa, namun termasuk kedalam trichodina. Secara umum, gejala klinis yang dialami oleh ikan antara lain gerakan lambat dan lemah serta sering menggosokkan badan pada dinding wadah. Pengobatan dilakukan dengan cara perendaman dalam larutan garam dapur (NaCl), dosis  10-15 g/l selama 15 menit.
·         Cacing ikan
Penyakit ini disebabkan oleh parasit Dactylugyrus. Gejala umum yang diderita ikan pada umumnya adalah mengap-mengap seperti kekurangan oksigen. Pengobatan dilakukan dengan cara perendaman dalam larutan garam, dosis 40 g/l selama 24 jam.
·         White spot
Penyakit ini disebabkan oleh parasit Ichtyophthyrius. Gejala klinis yang biasa dilami ikan yang terserang adalah munculnya bercak putih hampir diseluruh tubuh. Pengobatan yang efektif dilakukan dengan cara perendaman dalam larutan formalin, dosis 25 mg/l selama 24 jam.
Gejala serangan penyakit
Beberapa tingkah laku  yang dapat dijadikan indikator adanya serangan penyakit antara lain cenderung naik ke permukaan kolam, operkulum bergerak aktif, berenang lamban, nafsu makan berkurang, meloncat keluar air, menggosok-gosokkan  tubuh ke dinding, cenderung memisahkan diri dari komunitasnya serta bergerombol pada pintu pemaasukan (inlite). Sementara itu, tingkah laku ikan yang menunjukkan kekurangsuaian lingkungan antara lain, gelisah, selalu menghindari bagian kolam atau wadah pemeliharaan yang kulaitas airnya berbeda dan cenderung mencari air segar.
Beberapa gejala kliis yang biasa tampak pada tubuh ikan yang terserang penyakit adalah warna tubuh pucat, mata menonjol, tubuh kasap, sisik terkuak, borok pada permukaan tubuh, insang rusak, sirip teriritasi, bentuk dan fungsi ginjal terganggu, dan pada bagian hati terjadi perubahan warna.
Pengendalian penyakit
Dalam kegiatan budidaya ikan dikenal dua cara pengedalian, yaitu pencegahan dan pengobatan. Pencegahan adalah upaya agar serangan penyakit tidak terjadi, sedangkan pengobatan adalah upaya untuk menyembuhkan ikan yang sudah terserang penyakit. Cara mudah dan murah untuk mencegah datangnya penyakit adalah:
·         Pengeringan. Pengeringan perlu dilakuan secara periodik pada akuarium, bak, maupun kolam. Dengan cara ini, siklus hidup penyakit diharapkan terpotong.
·         Pengapuran pada kolam pendederan maupun pada kolam induk. Umumnya, pengapuran dilakukan bersamaan dengan persiapan kolam. Tujuannya untuk membasmi penyakit berupa bakteri atau protozoa yang menyerang ikan.
·         Pengurangan kepadatan ikan. Cara ini bertujuan untuk mencegah kontak langsung antara ikan yang satu dengan yang lainnya, menghindari terjadinga penurunan kadar oksigen terlarut dalam air, serta mencegah NH3.
·         Penjagaan kondisi ikan dan lingkungan. Menjaga agar kondisi ikan agar tetap baik dan tidak stres serta kondisi lingkungan agar sesuai dengan kebutuhan ikan merupakan salah saatu cara mencegah ikan terserang penyakit.
·         Pemberian pakan tambahan.
·         Penanganan ikan. Ikan akan sehat bila ditangani dengan baik dan dihindari dari hal-hal yang menyebabkan luka pada saat pascapanen.
Faktor yang perlu diperhatikan dalam menanggulangi ikan yang diidentifikasi terserang penyakit adalah sebagai berikut:
·         Kualitas air
·         Jumlah ikan
·         Wadah yang digunakan
·         Penyakit
·         Jenis dan dosis obat
·         Kadar oksigen terlarut
·         Pakan.


         

Tidak ada komentar:

Posting Komentar